templatePOSTabbaworship

Hati yang merindukan Tuhan

Manusia melihat apa yang didepan mata tetapi Tuhan melihat hati kita, bagaimana kondisi hati kita hari-hari ini?

 

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 

Kita dapat belajar dari raja Daud didalam kitab Mazmur 130:6 “Aku merindukan TUHAN, lebih dari seorang peronda merindukan fajar.” Bagaimana kondisi kerohanian kita hari-hari ini? apakah hati kita masih merindukan Tuhan? Tuhan adalah Bapa kita, kita adalah anak anakNya, Bapa merindukan kita intim dengan Dia, Bapa menanti nantikan kita datang mendekat kepada Dia.

Ungkapan hati Raja Daud bahwa dia merindukan Tuhan melebihi seorang peronda merindukan fajar! Daud begitu rindu untuk intim dengan Bapa. Keintiman dengan Bapa adalah bahan bakar rohani untuk kita dapat menjalani panggilanNya, tanpa keintiman dengan Bapa kita seperti mobil mewah tanpa bensin. Mobil mewah tanpa bensin tidak dapat bergerak kemana – mana, demikian juga hidup kita tanpa keintiman dengan Bapa maka kita tidak akan dapat menjalani panggilanNya dalam hidup kita. Lewat kehidupan raja Daud ini, biarlah kita terus diingatkan untuk memiliki hati yang haus dan rindu berjumpa dengan Tuhan yang adalah Bapa kita.

 

Hendi Gunawan
Hendi adalah salah satu dari strategic leaders Abbalove Barat dan salah satu pengajar utama Excellent Servant Camp (ESC) Abbalove. Dikenal karena gaya pengajarannya yang eksplosif. Hingga saat ini sudah menerbitkan 4 buku termasuk buku terbarunya, “The Blessings”

templatePOSTabbaworship

Diberkati karena “Hadirat Tuhan”

“Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya. Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama Tuhan semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.”

‭‭2 Samuel‬ ‭6:1-5‭TB‬‬

Tabut Tuhan adalah gambaran kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya, bisakah saudara membayangkan Daud begitu rindu memindahkan Tabut Tuhan ke kota Daud, Ia membawa 30.000 orang pilihan untuk memindahkannya ke kota Daud, mereka menari nari menyembah Tuhan dengan sekuat tenaga, dengan sepenuh hati diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap, tetapi ditengah perjalanan terjadi insiden. Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

Maksud hati Uza mau menyelamatkan tabut Tuhan, agar tabutnya tidak jatuh, maksud hatinya baik tetapi ia mati karena ketelodorannya hal ini membuat Daud menjadi marah, karena Tuhan telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada Tuhan, lalu katanya: “Bagaimana tabut Tuhan itu dapat sampai kepadaku?” Sangat wajar Daud menjadi takut, ia tidak ingin lebih banyak lagi orang mati karena tabut Tuhan, Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut Tuhan itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu. (2 sam 6:6-10)

Jika saudara menjadi Obed Edom apakah saudara akan menerima tabut Tuhan? maukah saudara mengambil resiko mati karena menyentuh tabut Tuhan? apakah saudara akan membahayakan keluarga saudara demi tabut Tuhan? Mari kita melihat apa yang terjadi dirumah Obed Edom, “Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. kita melihat disini 2 hal yang berbeda, Uza mati karena keteledorannya menyentuh tabut perjanjian sedangkan Obed Edom dan seisi rumahnya diberkati karena tabut perjanjian.

Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “ Tuhan memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.”

“Ketika itu berkatalah Daud: “Janganlah ada yang mengangkat tabut Allah selain dari orang Lewi, sebab merekalah yang dipilih Tuhan untuk mengangkat tabut Tuhan dan untuk menyelenggarakannya sampai selama-lamanya.”
‭‭1 Tawarikh‬ ‭15:2‬ ‭TB‬‬

Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Apabila pengangkat-pengangkat tabut Tuhan itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Dan Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut Tuhan itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
‭‭2 Samuel‬ ‭6:11-15‬ ‭TB‬‬

Dari Firman Tuhan ini kita dapat belajar :

Hal yang pertama, Daud memiliki hati dan motivasi yang benar tetapi cara yang dia pakai salah, dia memakai cara orang Filistin untuk mengangkut tabut Perjanjian dengan kereta lembu, Tuhan hanya bekerja menyatakan dan memanifestasikan kehadiran-Nya jika kita melakukan dengan sikap hati yang benar dan cara yang sesuai dengan Firman Tuhan, bukan sesuai cara dunia ini.

Hal yang kedua, jika hadirat Tuhan tinggal didalam kehidupan kita maka seluruh keluarga dan apa yang kita kerjakan diberkati oleh Tuhan. sama seperti Obed Edom dan seisi rumahnya diberkati Tuhan

Apakah kita menginginkan hadirat Tuhan tinggal didalam kehidupan kita? Marilah kita memiliki sikap hati dan cara yang benar untuk menghadirkan hadirat Tuhan dalam kehidupan kita. sebab Tuhan mau hadir didalam kehidupan kita memberkati seluruh aspek kehidupan kita.

Hendi Gunawan
Hendi adalah salah satu dari strategic leaders Abbalove Barat dan salah satu pengajar utama Excellent Servant Camp (ESC) Abbalove. Dikenal karena gaya pengajarannya yang eksplosif. Hingga saat ini sudah menerbitkan 4 buku termasuk buku terbarunya, “The Blessings”

templatePOSTabbaworship

Penyembahan Membawa dan Mengenal Hati Bapa Sorgawi

“Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.””

“Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”

Yohanes 4:22-25 TB

 

Saya yakin, kita telah sering membaca ayat ini. Dan seringkali, kita membaca kisah terkenal ini secara sambil lalu. Namun, suatu hari,  ketika membaca kembali ayat ini, saya menemukan ada hal yang menarik yang Tuhan singkapkan ketika membaca percakapan Yesus dengan perempuan Samaria.

Hal pertama yang Tuhan ingatkan adalah Penyembahan yang sejati lahir dari sebuah pengenalan. Apakah kita menyembah apa yang kita kenal? Semakin kita mengenal Tuhan maka kita akan semakin menyembahnya. Sehingga, adalah sebuah keanehan kalau orang Kristen tidak lagi bergairah untuk bersekutu dan “mengejar” Tuhan, karena seharusnya pengenalan akan Dia, justru membuat kita semakin bersemangat untuk bersama-sama denganNya.

Hal kedua yang Tuhan ingatkan adalah, jika kita tidak mengenal Tuhan maka kita akan menyembah yang lain. Manusia adalah makhluk penyembah jika kita tidak menyembah Tuhan maka kita akan menyembah sesuatu yang lain. Itu sebabnya, ada banyak orang Kristen yang dengan mudah berpaling kepada “berhala” dan “ilah-ilah” lain zaman ini. Ketika kita terputus koneksi dengan Tuhan, maka kita dengan mudah akan terkoneksi dengan hal-hal lain diluar Tuhan.

Hal yang ketiga yang Tuhan ingatkan waktunya sudah tiba sekarang penyembah –  penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran. Waktu menyembah yang paling tepat adalah SEKARANG, bukan pada saat-saat keadaan tertentu, kondisi suasana tertentu, atau harus ada kejadian tertentu. Penyembahan adalah respon akan kehadiran Tuhan (dimana Tuhan hadir setiap saat – sekarang – dalam hidup kita).

 

Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Mesias sang juruselamat. Saudaraku, Tuhan mencari penyembah – penyembah yang benar, wanita ini adalah seorang penyembah, sekalipun ia memiliki masa lalu yang hancur, sekalipun ia memiliki masa lalu yang buruk, tapi ia seorang penyembah. Perjumpaan dengan Tuhan mengubah wanita ini:

“Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”” – Yohanes 4:28-30, 39 TB

 

Saudaraku, ketika kita rindu untuk menyembah maka Bapa akan menyatakan diri-Nya kepada kita, Perjumpaan dengan Bapa akan mengubah kehidupan kita, seorang wanita yang memiliki masa lalu yang hancur diubahkan Tuhan menjadi seorang pemberita kabar baik yang luar biasa, ia menjadi saksi tentang Yesus.

Saya percaya ketika kita datang kepada Bapa dan menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran, maka Bapa akan menyatakan hati-Nya kepada kita dan membawa kita untuk melayani jiwa jiwa yang membutuhkan kasih Tuhan.

Alamilah kuasa penyembahan yang akan membawa saudara mengalami terobosan dan mujizat dimana saudara akan melihat jiwa – jiwa diselamatkan. Marilah kita mengenal Tuhan dan berusaha sungguh – sungguh mengenal Tuhan, maka Ia akan muncul seperti fajar yang menerangi kehidupan kita yang gelap.

Hendi Gunawan
Hendi adalah salah satu dari strategic leaders Abbalove Barat dan salah satu pengajar utama Excellent Servant Camp (ESC) Abbalove. Dikenal karena gaya pengajarannya yang eksplosif. Hingga saat ini sudah menerbitkan 4 buku termasuk buku terbarunya, “The Blessings”