templatePOSTabbaworship

Senandung dari Penjara (2)

Lelapnya tidur dari kepala sipir penjara terganggu karena gempa yang seperti menggoncang badan dia, pelan-pelan membuka mata yang masih berat karena terjaga ditengah malam, dengan selaput mata yang seakan mengaburkan pandangan matanya, ia melihat ada yang salah dengan pintu yang tadinya tertutup rapat, sudah terbuka. Sontak ia terbelalak SEMUA PINTU SUDAH TERBUKA, dia mulai berpikir semua narapidana pasti sudah kabur ketika dia lelap tertidur malam ini, apalagi narapidana titipan penguasa yang ia belenggu dengan kuat, mungkin sudah tidak ada lagi pada tempatnya.

Ketakutan mulai mengeriap didalam hatinya, kekhawatiran akan hukuman dari penguasa penitip narapidana menghantui dirinya. Kesadaran bahwa hukum saja dapat dipermainkan oleh penguasa tersebut, apalagi dirinya yang telah membuat kesalahan fatal, membiarkan narapidana tersebut kabur dimasa pengawalannya, bisa jadi luapan emosi dari sang penguasa tertumpah kepada dirinya.

Ia sudah tidak melihat ada jalan keluar lagi, satu-satunya jalan tinggal mengambil pedang dan menghunuskan ke dirinya sendiri, karena lebih baik mati daripada menerima luapan emosi sang penguasa. Ia mulai mengeluarkan pedang dari sarungnya, sambil berteriak ia sudah hampir menghujam pedang tersebut. Namun tiba-tiba ada sebuah teriakan nyaring yang menghentikan tangan kepala penjara tersebut, suara yang tidak asing lagi adalah narapidana spesial. Hatinya tiba-tiba merasa aman apalagi teriakan tersebut juga berkata “Kami semua masi ada disini”.

Dengan sesegera ia mengambil suluh ditengah “rasa terheran-heran” apa yang sebenarnya terjadi(bisa anda baca di senandung dari penjara) yang membuat semua narapidana masi pada tempatnya, ia masuk ke dalam ruangan mereka, ia merasakan ada “sesuatu yang berbeda” dengan mereka, ia menangis dan bertanya kepada kedua rasul tersebut “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” dan kemudian ia membawa mereka kerumahnya, disana satu keluarga tersebut mendengar pemberitaan kedua rasul itu dan memutuskan untuk PERCAYA kepada Yesus.

Senandung itu tidak henti-hentinya membawa perubahan saat bahkan seakan-akan menarik orang bukan hanya mendengarkannya namun sampai-sampai pengen mengenal PRIBADINYA. Ya, senandung yang penuh kuasa, sama seperti YESUS pernah berkata “Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu “. Senandung itu dapat menerobos hati orang yang mendengarkannya, tidak heran Daud dalam mazmurnya pernah menyaksikan betapa luar biasanya kuasa didalam pujian dan penyembahan yang mereka lakukan “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.“ (Mazmur 40:4). Ya sebuah kuasa yang membuat orang percaya bahkan bertanya-tanya.

Apapun yang sedang anda Alami, deklarasikan dengan nyanyian ucapan syukur kepada Allah, itu seperti ungkapan iman anda dengan berkata “APAPUN YANG TERJADI AKU TETAP PERCAYA KEPADA ALLAH”. Itulah yang menggetarkan hati Allah , sebuah IMAN tanpa PAMRIH yang membuat orang akan bertanya-tanya, mengapa anda tetap memuji ALLAH walau anda sedang dalam sebuah “Penjara”? ALLAH seperti apakah itu? SIAPAKAH DIA? Dan pada waktunya anda bisa bersaksi dan menceritakan betapa LUAR BIASANYA Yesus itu.

Senandung itu tidak akan pernah berhenti, ia menelisik hati karena disertai kuasa ILAHI.

Tuhan memberkati

Harry Setyadi
Harry adalah salah satu Strategic Leaders dari Abbalove Barat sekaligus pemimpin jemaat dari Abbalove To Generation (A2G Barat). Sehari-hari berprofesi sebagai General Manager dari Metanoia Publishing dan dikenal sebagai pemimpin dengan karunia penggembalaan yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *