templatePOSTabbaworship

Diberkati karena “Hadirat Tuhan”

“Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya. Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama Tuhan semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.”

‭‭2 Samuel‬ ‭6:1-5‭TB‬‬

Tabut Tuhan adalah gambaran kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya, bisakah saudara membayangkan Daud begitu rindu memindahkan Tabut Tuhan ke kota Daud, Ia membawa 30.000 orang pilihan untuk memindahkannya ke kota Daud, mereka menari nari menyembah Tuhan dengan sekuat tenaga, dengan sepenuh hati diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap, tetapi ditengah perjalanan terjadi insiden. Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

Maksud hati Uza mau menyelamatkan tabut Tuhan, agar tabutnya tidak jatuh, maksud hatinya baik tetapi ia mati karena ketelodorannya hal ini membuat Daud menjadi marah, karena Tuhan telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada Tuhan, lalu katanya: “Bagaimana tabut Tuhan itu dapat sampai kepadaku?” Sangat wajar Daud menjadi takut, ia tidak ingin lebih banyak lagi orang mati karena tabut Tuhan, Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut Tuhan itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu. (2 sam 6:6-10)

Jika saudara menjadi Obed Edom apakah saudara akan menerima tabut Tuhan? maukah saudara mengambil resiko mati karena menyentuh tabut Tuhan? apakah saudara akan membahayakan keluarga saudara demi tabut Tuhan? Mari kita melihat apa yang terjadi dirumah Obed Edom, “Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. kita melihat disini 2 hal yang berbeda, Uza mati karena keteledorannya menyentuh tabut perjanjian sedangkan Obed Edom dan seisi rumahnya diberkati karena tabut perjanjian.

Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “ Tuhan memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.”

“Ketika itu berkatalah Daud: “Janganlah ada yang mengangkat tabut Allah selain dari orang Lewi, sebab merekalah yang dipilih Tuhan untuk mengangkat tabut Tuhan dan untuk menyelenggarakannya sampai selama-lamanya.”
‭‭1 Tawarikh‬ ‭15:2‬ ‭TB‬‬

Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Apabila pengangkat-pengangkat tabut Tuhan itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Dan Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut Tuhan itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
‭‭2 Samuel‬ ‭6:11-15‬ ‭TB‬‬

Dari Firman Tuhan ini kita dapat belajar :

Hal yang pertama, Daud memiliki hati dan motivasi yang benar tetapi cara yang dia pakai salah, dia memakai cara orang Filistin untuk mengangkut tabut Perjanjian dengan kereta lembu, Tuhan hanya bekerja menyatakan dan memanifestasikan kehadiran-Nya jika kita melakukan dengan sikap hati yang benar dan cara yang sesuai dengan Firman Tuhan, bukan sesuai cara dunia ini.

Hal yang kedua, jika hadirat Tuhan tinggal didalam kehidupan kita maka seluruh keluarga dan apa yang kita kerjakan diberkati oleh Tuhan. sama seperti Obed Edom dan seisi rumahnya diberkati Tuhan

Apakah kita menginginkan hadirat Tuhan tinggal didalam kehidupan kita? Marilah kita memiliki sikap hati dan cara yang benar untuk menghadirkan hadirat Tuhan dalam kehidupan kita. sebab Tuhan mau hadir didalam kehidupan kita memberkati seluruh aspek kehidupan kita.

Hendi Gunawan
Hendi adalah salah satu dari strategic leaders Abbalove Barat dan salah satu pengajar utama Excellent Servant Camp (ESC) Abbalove. Dikenal karena gaya pengajarannya yang eksplosif. Hingga saat ini sudah menerbitkan 4 buku termasuk buku terbarunya, “The Blessings”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *